Rabu, 20 Mei 2009

EFFORTS THROUGH IMPROVING Physical Education, freshness PLAY in learning physical education

Physical education are an integral part of the education system as a whole. Therefore, the implementation of physical education should be directed to the achievement of that goal. Destination physical education to develop not only physical ranah, but also develop the aspects of health, physical fitness, critical thinking skills, emotional stability, social skills, moral reasoning and action activities through physical activity and exercise.
Physical education is a medium to encourage motor development, physical ability, knowledge and reasoning, penghayatan values (attitude-mental-emotional-and social-spritual), and the refraction pattern of healthy living empty to stimulate growth and development is balanced.
Physical education has an important role to play in intensify education as a process of human development that goes for life. Physical education to provide opportunity for the students directly involved in the learning experience through a variety of physical activities, play, sport and made a systematic, planned and effective. Pembekalan learning experience is directed to develop, and establish healthy lifestyles and active throughout life.
In the process of physical education teachers must be able to teach the basic movement skills, techniques and strategy games / sports, internalization of values (sportifitas, honest cooperation, and others) pembiasaan pattern of healthy living. Implementation is not through the conventional teaching in the classroom of a theoretical study, but it involves the mental element of physical, intellectual, emotional and social. Summary provided in the instruction should have dikdakdik-touch methodology, so that the activities undertaken to achieve the goal of teaching. Through physical education students are expected to be able to obtain a variety of experience to reveal the effect of private fun, creative, innovative, skilled, Maintaining and improving physical well-being and understanding of human movement.
However, reality on the ground in the transition from curriculum changes to the curriculum in 1994 to become the curriculum in 2004 that physical education and health, with the allocation of 2 hours per week @ 40 minutes, Physical Education is now with the allocation of time 3 hours per week @ 40 minutes, there were still many obstacles in implement the curriculum. This is because there is no socialization of the overall range of education so that there are many differences in the physical education major in the division of the hour lesson.
There is a scope of subjects in the physical education curriculum in 2004 to levels basic / MI, junior high / MTs, high school and MA is actually helping physical education teacher in preparing, implementing and evaluating the students' activities. The scope includes aspects of physical education games and sports, development activities, self-test / exercises, activities ritmik, ritmik activity, aquatic (water activity) and education outside the classroom.
In accordance with the characteristics of junior high school students, ages 12 - 16 years most of them still tend to be playful. For that teachers should be able to develop effective learning, as should understand and consider the characteristics and needs of students. At the age all aspects of human development of both the cognitive, psikomotorik and afektif changes. Changes in the most light is the growth and development of physical and psychological.
Standard of competence so that physical education can be done in accordance with the guidelines, purposes and goals as contained in the curriculum, the physical education teacher should be able to make learning effective and fun. It is necessary for the approach, and variations in the modification of learning.
Based on the description above, the authors conducted research with the title Efforts Improving robustness through Physical Approach to Play in Physical Education Student Learning Class VIII D SMP Negeri 3 Lessons Year Range 2007/2008.
B. Identification of Problems
With competency-based curriculum which is a guide for teachers and the material in the learning activities, the students need to learn and implement to achieve the competencies that have been formulated. To achieve the competency standard is not that easy. As for the problems that appear in the are as follows:
1. Be a lot of education that have not yet understand about the difference between Physical Education and Sports.
2. Lack of understanding of students about the purpose and objectives of the physical education in the learning process so that not all enthusiastic to beraktivitas physical.
3. Lack of understanding of the meaning of the importance of body shape and healthy, so they follow the physical education just follow and get the value.
> tukar

Minggu, 17 Mei 2009

latiahan menggiring bola pada olahraga basket

Perkembangan olahraga bola basket akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan yang sangat pesat, yaitu dengan banyaknya perkumpulan dan pertandingan serta banyaknya jumlah penonton dalam suatu pertandingan baik orang tua maupun muda. Hal ini memberikan gambaran bahwa permainan bola basket sangat populer dan digemari oleh masyarakat.
Pada dasarnya permainan bola basket adalah permainan yang dilakukan secara beregu dan kemenangan dalam suatu tim ditentukan oleh selisih jumlah point. Hal ini seperti yang didefinisikan oleh PERBASI (1995 : 11) yaitu :
  • Bola basket dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri dari 5 orang pemain, tiap-tiap regu berusaha memasukkan bola ke dalam keranjang regu lawan dan mencegah lawan memasukkan bola atau membuat angka. Olahraga permainan yang diciptakan oleh James A. Naismith pada tahun 1981 sekarang telah menjadi olahraga permainan yang sangat populer serta digemari masyarakat umum. Permainan sekarang sangat berbeda pada saat permulaan bola basket dimainkan. Permainan yang sekarang penuh dengan gaya, teknik, taktik, dan tempo permainan yang cepat. Hal ini membuat permainan bola basket sangat didominasi oleh masyarakat terutama kaum muda.
Dengan permainan yang bertempo cepat itu, maka permainan bola basket menuntut penguasaan gerakan dan keterampilan yang memadai pada permainan. Dalam permainan bola basket seorang pemain dituntut memasukkan bola ke dalam keranjang lawan dengan segala usaha menggunakan keterampilan teknik dan taktik yang benar untuk memenangkan pertandingan.
Permainan bola basket merupakan sebuah permainan yang menggunakan keterampilan fisik maupun kemantapan psikis. Hal ini karena dalam permainan bola basket, bola dimainkan dengan tangan dan panca indera dan juga dengan gerakan jalan, lari lompat dan didukung dengan stamina. Sedangkan aspek psiskis yaitu melibatkan bentuk semangat, konsentarsi emosional, timing, dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, permainan bola basket membutuhkan bukan hanya teknik saja, akan tetapi juga didukung oleh taktik dan strategi. Untuk dapat memenangkan sebuah pertandingan, maka setiap individu dalam sebuah tim harus memiliki kemampuan yang baik seperti teknik dasar, strategi, dan taktik yang baik. Untuk dapat melakukan semua itu diperlukan latihan yang intensif, terarah dan berkesinambungan. Agar dapat bermain basket secara optimal, maka ada beberapa persyaratan yang merupakan satu kesatuan dalam permainan bola basket, salah satu syarat yang mutlak yang harus dikuasai seorang pemain yaitu penguasaan dasar, sebagaimana yang dikemukakan oleh Harsono (1996 : 109) “Tujuan serta sasaran utama dari latihan atau training adalah untuk membantu atlet meningkatkan keterampilan dan prestasi yang maksimal”.
Salah satu teknik dasar yang sangat membantu dalam memberikan sumbangan dalam permainan bola basket adalah dribble (menggiring bola).
Menggiring bola merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bola basket dan penting bagi penguasaan teknik individual dan tim seperti operan. Menggiring adalah salah satu cara memantul-mantulkan bola ke lantai. Kemampuan menggiring bola dengan tangan kanan dan kiri adalah kunci untuk meningkatkan permainan. Dribble membantu memindahkan bola di lapangan dan menjauhkan diri dari penjagaan.
Menggiring bola merupakan keahlian yang sangat penting dalam olahraga bola basket. Namun untuk memiliki keahlian itu tidak mudah. Atlet perlu latihan yang sistematis, intensif dan terarah, seperti yang dikemukakan oleh Harsono (1988 : 100) Training adalah : “Proses yang sistematis dari berlatih atau belajar yang dilakukan secara berulang-ulang dengan kian hari kian menambah jumlah beban latihan atau pekerjaannya”. Sehingga terjadi kemahiran kemampuan menggiring bola. Kemahiran pada saat menggiring bola dipengaruhi oleh berbagai hal antara lain : rasa percaya diri, teknik dan konsentrasi penuh pada sasaran yang berpengaruh terhadap koordinasi gerak atlet pada saat atlet menggiring bola. Konsentrasi yang baik akan membawa dampak yang baik seperti diungkapkan oleh Sudibyo (1988 : 109) Konsentrasi adalah : “Suatu keadaan dimana atlet mempunyai kesadaran yang tertuju kepada sesuatu yang tidak mudah goyah”.
Untuk dapat menggiring bola dengan baik, maka diperlukan adanya suatu metode latihan menggiring bola yang tepat dan mengarah pada pencapaian tujuan. Pada dasarnya bahwa jenis dribble pada permainan bola basket ada dua yaitu dribble tinggi dan dribble rendah. Banyak pelatih yang menerapkan latihan menggiring bola dengan bermacam-macam arah seperti latihan dengan model lurus, model zig-zag, model kiri-kanan bergantian, model hilir-mudik. Hal ini dilakukan pada dasarnya untuk menambah keterampilan pada atlet dalam kemampuan menggiring bola.

Jumat, 15 Mei 2009

clever sebuah kendaraan masa depan






Clever kendaraan yang merupakan kota kompak kendaraan untuk dua tempat duduk berduaan dengan konstelasi. Panjang adalah 3.066 mm, lebar adalah 998 mm dan ketinggian adalah 1388 mm. Yang kotor berat kurang dari 400 kg. Jarak roda yang adalah 2450 mm, lebar trek adalah 835 mm. Di depan ada 17 "roda sementara di bagian belakang terdapat dua 18" roda. Sebagai hasil dari nya rendah lebar kendaraan dirancang untuk berayun ketika cornering dan memiliki komputer dikontrol rolling sistem hidrolik yang akan menghasilkan pengalaman berkendara dengan nol lateral kekuatan di sudut tilting sampai 45 °, mirip dengan naik sepeda motor.
Nya rendah trotoar berat dan front-end permukaan daerah hanya 1 m2 berarti gas powered-mesin yang hanya 15 kW dapat digunakan untuk kuasa itu, menghasilkan emisi CO2 kurang dari 60 g / km. Its top speed is approx. 100 kph, akselerasi dari 0 - 60 kph kurang dari 7 detik dan rentang approx. 200 km.

Sebuah ruang bingkai aluminium konstruksi memberikan keselamatan pasif dan memiliki tubuh plastik.

Perhatian khusus telah diberikan kepada desain dan tampilan pada kendaraan. Konsep yang baru dan tilting cornering fungsi tercermin dalam desain kendaraan berikut apapun tanpa fashions

dunia olahraga tanah air

dunia olahraga d indonesia saat ini sedang mengalami kemunduran yang pesat.., tidak ada lagi kebanggaan yang bisa dijadikan acuan untuk mengukur prestasi olahraga indonesia d tingkat duniabandingkan dengan kondisi olahraga bangsa ini saat era 80 an di mana banyak cabang yang mampu berjaya d pentas olahraga internasional. sebut saja bulutangkis, sepakbola, tinju dan lainnya..... saat ini hal itu seolah menjadi barang yang langka bagi bangsa ini. selain itu kepedulian pemerintah terhadap olahraga d tanah air seolah-olah hanya isapan jempol belaka dan menjadi bahan jualan pada saat kampanye, bandingkan dengan negara tetangga seperti thailand, malaisia, dan singapore, serta vietnam yang menjadi ancaman bbaru di kawasan asia tenggara. d tahun 80 an menjadi juara umum di sea games adalah gampang dan seolah pemenangnya bangsa ini meskipun perhelatan tersebut belum usai pelaksanaannya, tetapi sekarang di urutan kedua pun itu adalah hal yang susah untuk d peroleh bangsa ini.... jika tidak ada perhatian serius dari pemerintah maka bukan tidak mungkin pada tahun-tahun mendatang prestasi akan semakin menjadi barang yang mahal bagi bangsa ini.... semoga saja hal ini tidak terjadi dan ada perhatian serius dari pemerinta..... semoga....

olahraga suatu kebutuhan















olahraga adalah salah satu kebutuhan manusia, disamping kebutuhan yang lainnya...... saat ini dimanapun dan kapan pun kita bisa berolahraga, tempat dan ruang bukan lagi hambatan yang menjadi penghalang bagi orang yang ingin berolahraga..... bahkan saat bekerja d kantor pun anda dapat berolahraga. banyak cara yang bisa d lakukan untuk berolahraga bagi kalangan yang sibuk dikantoran yang kerjaannya tidak mengenal waktu.... anda dapat melakukan straching ringan tiap jam istirahat belum lagi alat olahraga d tempat kini banyak bermunculan sebagai salah satu inovasi dari produsen untuk membuat anda tetap sehat dan bugar..... nah sekarang tidak ada lagi alasan bagi anda untuk mengatakan tidak pada olahraga..... selamat mencoba......